Selasa, 03 Mei 2016
Gus Dur dan NU
Awal keterlibatan Gus Dur
denagn organisasi k memasukkan kurikulum dari pemeNU adalah ketika beliau
pulang ke tanah air dan mendapati kondisi pesantren yang begitu memprihatinkan.
Saat itu pemerintah tidak mau ikut serta membangun prasarana pesantren karena
kurikulum pesantren tidak memasukkan kurikulum dari pemerintah.
Dari situlah Gus Dur
terpanggil untuk aktif berperan serta membangun pesantren. Beliau masih tetap
aktif menulis di surat kabar. Tulisan beliau diterima oleh kalangan luas. Dari
situlah beliau akhirnya sering diundang ceramah dan mengisi kuliah tamu. Nama
beliau semakin dikenal sebagai komentator sosial.
Gus Dur kemudian ditunjuk
menjadi Dekan Fakultas Praktek dan Kepercayaan Islam. Selain itu mengingat
latar belakangnya, beliau juga didaulat
menjadi Dewan Penasehat Agama NU.
Tahun 1982, beliau aktif
berkampanye untuk PPP, partai berbasis Islam gabungan dari empat partai Islam
lainnya termasuk NU. Gus Dur yang saat itu dinilai terlalu vokal, sempat di
tangkap aparat, namun ia selalu bisa bebas karena kedekatannya dengan Benny
Mordani.
Saat mengetahui bahwa NU
dalah organisasi yang termasuk stagnan, Gus Dur tidak hanya diam , beliau
terlibat aktif untuk menghidupkan NU. Slah satunya dengan mendiskusikan sebab
kestagnanan NU. Akhirnya dicapai kesepakatan bahwa pemimpin NU saat itu yaitu
Idham Chalid harus mengundurkan diri. Akhirnya Idham Chalid bersedia mundur.
sumber : http://biografi-orang-sukses-dunia.blogspot.co.id/2013/09/biografi-gus-dur.html
Langganan:
Postingan (Atom)